4 | Akar-akar Kebenaran

Kita dinyatakan benar oleh sebab iman pada karya pengorbanan Kristus di kayu salib, dan bukan sebab pekerjaan kita sendiri.

KAIN DAN HABEL

Orangtua Kain dan Habel merupakan pria dan wanita yang pertama di bumi. Adam dan Hawa diciptakan menurut peta dan gambar Allah, baik dalam sifat maupun potensi. Tetapi oleh sebab dosa dan pemberontakan mereka terhadap Tuhan, kenyataan tersebut telah hilang. Rasa takut, rasa

malu, rasa bersalah, kesadaran diri dan pembenaran diri telah menjadi bagian dari sifat-naluri mereka. Mereka telah terpisah dari hadirat Allah. Tanah yang Adam mesti kelola telah terkutuk dan dengan kerja keras serta bersusah payah ia harus menanggung keluarganya. Kematian merupakan masa depan mereka yang satu-satunya. (Baca Kejadian 3).

Tetapi dengan adanya tragedi yang menimpa mereka atas ulah mereka sendiri, Allah memberi mereka sebuah janji:

“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (Satan) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya (Yesus) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15.

Allah berjanji akan mengutus seorang penebus untuk memulihkan semuanya yang telah hilang. Inilah yang kemudian menjadi pusaka Kain dan Habel ketika mereka dilahirkan ke dalam dunia. Baca Kejadian 4: 1-2.

DUA JALUR

“Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.” Kejadian 4:3-8.

Walaupun sudah tidak ada lagi keturunan langsung dari Kain (besar kemungkinan semua mereka telah binasa oleh air bah pada masa Nuh), namun JALUR KAIN masih berlanjut – bukan dalam unsur badaniah, melainkan rohaniah.

“Celakalah mereka, karena mereka mengikuti JALAN yang ditempuh KAIN . . . ” Yudas 11.

Hal ini juga demikian dengan Habel:

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman IA MASIH BERBICARA, sesudah ia mati.” Ibrani 11:4

Akar-akar kebenaran kita, cara bagaimana kita memercayai Allah untuk penerimaan ke dalam hadirat-Nya, telah digambarkan dalam korban persembahan yang dibawa kepada Allah oleh dua orang bersaudara: Kain dan Habel.

CARA HABEL

Cara korban persembahan telah ditentukan dengan pasti oleh Allah karena Ibrani 11:4 mengatakan “Karena iman Habel telah mempersembahkan..”, dan Roma 10:17 mengatakan “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.”

“Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Imamat 17:11.

“. . . dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Ibrani 9:22.

Jadi justru dengan iman Habel membawa korban persembahannya kepada Allah. Habel telah MENDENGAR bahwa Allah memerlukan suatu korban persembahan, ia PERCAYA lalu ia TAAT.

Cara Habel ialah IMAN.

KEBENARAN KARENA IMAN

“. . . kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya . . . ” Roma 3: 22-25.

Habel merupakan sebuah gambaran orang percaya sejati yang mengandalkan karya Kristus yang telah tergenapi di kayu salib. Dalam hal membawa korban persembahan yang dilakukannya itu, Habel mengakui bahwa ia adalah ciptaan yang telah jatuh, seorang berdosa yang bersalah. Ia menyadari harapan satu-satunya di hadapan Allah ialah pada suatu korban pengganti mengambil tempatnya dan menerima penghukuman (kematian) yang patut dialaminya. Ia percaya Allah akan menerima kambing domba ini sebagai korban pengganti bagi dirinya. Habel mewakili mereka yang mempunyai iman pada korban persembahan di Kalvari, yang mengandalkan karya penebusan salib itu, yang menerima selaku korban pengganti dan Juruselamat mereka: “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”. Baca Yohanes 1:29; I Petrus 1:19.

CARA KAIN

Kain seorang agamawan (yang beragama). Ia tidak menyangkal Allah. Tetapi ia menyangkal keadaannya sendiri yang sudah rusak dan jatuh, serta menolak untuk menerima obat pemulih yang telah disediakan Allah – yaitu suatu korban persembahan pengganti. Ia telah mendengar cara Allah namun ia tidak percaya. Ia mengikuti caranya sendiri – terkutuk. Ia mempersembahkan buah dari pekerjaannya sendiri: hasil tanah yang sudah terkutuk. Kemungkinan persembahannya itu sesuatu yang sangat indah, buah-buahan yang terbaik. Ia sudah bekerja keras dan sangat berbangga akan itu.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Efesus 2:8-9.

Kain merupakan sebuah gambaran manusia yang wajar, yang dalam kesombongannya dan pembenaran dirinya, memberontak terhadap ide bahwa dibutuhkan suatu korban pengganti. Ia mewakili mereka yang berpaling membelakangi darah salib, mereka yang menolak karya Tuhan Yesus Kristus yang telah tergenapi, dan yang mengira bahwa mereka dapat memperoleh kebenaran melalui “pekerjaan baik” mereka sendiri.

Cara Kain ialah KETIDAKPERCAYAAN.

Akar-akar kebenaran kita terdapat pada Kain atau Habel.

MENGHAYATI SENDIRI

1. Apa korban persembahan pribadi yang dibawa oleh masing-masing Kain dan Habel dalam ibadah kepada Allah?

2. Ayat mana dalam Alkitab menyatakan “cara Kain”?

3. Bagaimana Habel masih berbicara kepada kita dewasa ini?

4. Mengapa korban persembahan Habel itu yang benar?

5. Mengapa korban persembahan Kain tidak benar?


Uraikan dengan perkataan anda sendiri cara bagaimana kebenaran pelajaran ini bermakna dalam hidup anda.

AYAT-AYAT ALKITAB LAINNYA YANG BERHUBUNCAN DENGAN PELAJARAN INI

Matius 7:13-14, Roma 1:17, Roma 3:19-28, Roma 4:1-8, Roma 5:1, Roma 11:16-24, 2 , orintus 6:14, Galatia 2:16, Filipi 3:8-9, 1 Yohanes 3:12