6 | Akar-akar Motivasi

Apabila sasaran hidup saya ialah rencana dan tujuan Allah, maka kasih dan segala berkat­Nya secara otomatis adalah milik saya.

ESAU DAN YAKUB

Bacalah Kejadian pasal 25, pasal 27-33.

Esau dan Yakub diberikan kepada kita sebagai contoh-contoh bentuk kehidupan yang memikat entah kasih atau kebencian Allah.

“Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” Roma 9:13.

Apa yang terjadi dengan Esau sehingga menyebabkan TUHAN mengekspresikan perasaan keras yang sedemikian tentang dia? Dan mengapa Yakub, dengan segala persoalan pribadi yang banyak sepanjang hidupnya, memikat kasih Allah? Kalau kita mempelajari karakter kedua orang ini, baik yang diuraikan dalam Perjanjian Lama maupun Baru, kita akan melihat adanya suatu sikap hati yang khas yang dimiliki setiap mereka – suatu sikap yang merupakan motivasi dari segenap hidup mereka.

DUA MACAM SIKAP HATI

“Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka TINGGAL DI PADANG, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka TINGGAL DI KEMAH.”

Kejadian 25:27.

ESAU: ORANG YANG TINGGAL DI PADANG

Dalam Perjanjian Baru, Yesus berbicara tentaing “padang atau ladang” sebagai sebuah gambaran akan dunia. (Baca Matius 13:24-30, 36-43 dan Yohanes 4:34-38).

Pernyataan yang mengatakan Esau sebagai “seorang yang suka tinggal di padang” bukan saja menunjukkan pekerjaannya tetapi juga, sebagai mana dinyatakan Alkitab, adalah sebuah gambaran dari sikap hatinya. Esau adalah seorang yang menyenangi perkara-perkara dunia; yang hidup demi kesenangan yang hidup dapat berikan kepadanya SEKARANG.

YAKUB: ORANG YANG TINGGAL DI KEMAH

Esau pada masa itu juga tinggal di kemah bersama ayah dan ibunya, namun Alkitab tidak menyebutkan dia sebagai orang yang tinggal di kemah. Tetapi jelas, dinyatakan secara khusus bahwa Yakub adalah orang yang tinggal di kemah. Ibrani 11:8-10 memberikan alasannya:

“Karena iman Abraham . . . diam di tanah yang dijanjikan itu . . . dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. SEBAB IA MENANTI-NANTIKAN KOTA YANG MEMPUNYAI DASAR, YANG DIRENCANAKAN DAN DIBANGUN OLEH ALLAH.”

Yakub, bersama Abraham dan Ishak, mempunyai sebuah fokus utama dalam hidup. Ia mengarahkan pandangan matanya pada sebuah tempat tinggal yang kekal. Ia percaya akan janji Allah kepada Abraham kakeknya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa (Kejadian 12:2,3; 17:4-6,16; 18:18; 22:17,18).

Janji ini akan akhirnya digenapi di dalam Kristus dan ciptaan baru yang muncul dari Dia; karena justeru umat ciptaan baru yang lahir dari karya penebusan Kristus di kayu salib serta kebangkitan-Nya, yang akan membentuk “kota” Allah (Baca Ibrani 12:22-24; 13:14; Galatia 3:7-9,13-19,29; Wahyu 21:2). Kunci bagi hidup Yakub ialah bahwa “tinggal di kemah” mewakili suatu kehidupan yang tidak tetap, yaitu mengembara. Seluruh sikapnya ialah bahwa ia seorang asing dan musafir di bumi ini (Ibrani 11:13-16). Ia mengarahkan matanya pada satu sasaran utama . . . tujuan Allah yang kekal.

HAK KESULUNGAN

Baca Kejadian 25:29-34.

Hak kesulungan adalah metode yang telah dirancang Allah untuk meneruskan hak pusaka dari satu generasi kepada yang berikutnya.

Tetapi jauh melebihi ini, anak sulung menerima hak dalam generasinya untuk menggenapkan langkah yang berikut dalam rencana dan maksud tujuan Allah yang berkelanjutan (Kejadian 17:7). Ketika Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub demi pemuasan kelaparan sementara badaniahnya, ia sebenarnya menyatakan bahwa ia tidak menghargai maksud-maksud Allah.

BERKAT

Baca Kejadian 27:1-36.

Esau mengira bahwa berkat terpisah dari hak kesulungan. Tatkala ia menjual hak kesulungannya kepada Yakub, ia tahu ia tengah menjual kepadanya hak untuk menjadi bagian dari maksud Allah, tetapi ia tidak mempunyai niat untuk menjual kepadanya kekayaan material dan berkat dari hak pusakanya. Ia tidak menyadari bahwa berkat adalah akibat dari hak kesulungan.

“Kata Esau: ‘Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah DUA kali menipu aku. HAK KESULUNGANku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula BERKAT yang untukku.” Kejadian 27:36.

ARENA IMAN (Baca Ibrani 11:39-12:2)

Ayat-ayat Firman TUHAN ini menggunakan gambaran sebuah perlombaan yang masih sedang berlangsung dan belum selesai. Dengan kata lain, perlombaan itu seperti sebuah lomba lari estafet dengan banyak pelari yang mengambil bagian, dan ada sebuah sasaran akhir bagi seluruh regu. Para pahlawan iman di masa lalu telah semuanya dengan setia menyelesaikan jarak tempuh masing-masing dalam lomba lari estafet itu serta meneruskan pengalihan tongkat estafetnya. Abraham menyampaikannya kepada Ishak. Ishak akan menyampaikannya kepada Esau tetapi Esau tidak menghendakinya. Yakub sangat menginginkannya melebihi segala sesuatu dalam hidup ini dan akhirnya mengambil itu. Maka sepanjang berabad-abad tongkat estafet itu telah dialihkan dari seorang kepada yang lainnya sampai dewasa ini. Sekarang adalah GILIRAN KITA dalam arena iman, dan ayat Alkitab memberi gambaran semua pahlawan iman berabad-abad sedang duduk di “panggung” sorga, mengelu-elukan kita sementara kita berlari menempuh jarak yang terakhir untuk menyelesaikan lomba lari estafet yang telah mereka mulai agar secara kebersamaan kita semua pada akhirnya dapat mencapai sasaran sampai di garis finish.

AKAR-AKAR MOTIVASI KITA BERADA DALAM ESAU ATAU YAKUB

Allah menghendaki setiap kita dewasa ini untuk memiliki sikap hati dan motivasi hidup Yakub dan bukannya Esau. Baca Matius 6:33

MENGHAYATI SENDIRI

1. Sikap hati Esau apa yang menyebabkan ketidaksenangan Allah?

2. Mengapa Yakub tinggal di kemah?

3. Dalam cara apa berkat itu berbeda dengan hak kesulungan?

4. Ketika Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, apa yang sebenarnya ia nyatakan?


Uraikan dengan perkataan Anda sendiri cara bagaimana kebenaran pelajaran ini akan mempengaruhi hidup Anda.

AYAT-AYAT ALKITAB LAINNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAJARAN INI

Kejadian 43:33, Maleakhi 1:2-3, Matius 6:19-34, Matius 16:25-26, Markus 8:35-37, Lukas 9:24-25, Lukas 12:33-34, 1 Korintus 7:29-31, Galatia 6:14, Efesus 2:2,5, Ibrani 12:15-16, Yakobus 1:27, Yakobus 4:3-5, Yakobus 5:4,19, 1 Yohanes 2:15-17